Postingan

Hari ke-2: Mengelompokkan Pengeluaran untuk Menemukan Kebocoran yang Selama Ini Tidak Terlihat

Setelah Hari Pertama mencatat semua pengeluaran, Mimin sempat merasa kaget. Bukan karena jumlahnya sangat besar, tetapi karena ternyata uang lebih banyak keluar untuk hal-hal kecil yang selama ini tidak terasa. Dalam sehari saja, ada beberapa transaksi yang jika dilihat terpisah tampak biasa, tapi jika dijumlahkan mulai terlihat polanya. Yang menarik, sebelumnya Mimin selalu merasa sudah cukup hemat. Namun setelah melihat catatan sehari penuh, muncul kesadaran bahwa rasa “cukup hemat” itu hanyalah perasaan, bukan fakta. Dan di sinilah banyak orang terjebak: kita mengandalkan perasaan, bukan data. Hari kedua bukan tentang mengurangi pengeluaran secara drastis. Hari ini kita belajar membaca pola. Karena tanpa memahami pola, kita tidak tahu bagian mana yang perlu diperbaiki.   Kenapa Mengelompokkan Itu Penting? Daftar angka tanpa kategori hanya akan terlihat seperti deretan transaksi. Tidak ada makna di dalamnya. Tapi ketika dikelompokkan, gambarnya mulai jelas. Contoh sed...

Memperbaiki Keuangan di 2026, Hari ke-1: Berhenti Menebak, Mulai Mencatat

  Dulu Yono ketika masih pengangguran lalu kemudian dapat kerja dengan gaji UMR waktu itu, Yono rasa gajinya cukup, tapi entah kenapa Yono rasa seperti tak beda jauh saat pengangguran, uangnya habis entah kemana setelah setengah bulan. Setelah cukup lama kerja, Yono naik jabatan dan gajinya dua kali lipat dari sebelumnya, tapi yang terjadi apa? Rasanya hampir sama juga dengan waktu gaji Yono masih UMR, uangnya entah lari kemana? Setelah cerita dengan banyak orang, teryata banyak orang yang mengalami masalah serupa. Kalau ditelusuri masalahnya ternyata ini berasal dari kelalaian kita dalam mengelola keuangan. Kita sering merasa ini sudah hemat, uangnya masih cukup untuk sebulan, padahal itu cuma menebak-nebak tanpa perhitungan yang matang. Sekarang sudah tahun 2026, mau sampai kapan ketidakteraturan manajemen keuangan akan terus dibiarkan? Tentu harus mulai sekarang kita perbaiki dari yang paling kecil dan yang paling dasar dulu, yaitu berhenti tebak-tebakan dan mulai mencat...